Menteri Bintang Kukuhkan Pemimpin Perubahan dan Agen Perubahan Kemen PPPA Sebagai Penggerak Reformasi Birokrasi

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

PRESS RELEASE

Siaran Pers Nomor: B- 257 /Set/Rokum/MP 01/10/2020

Jakarta (02/10) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga hari ini mengukuhkan sejumlah 37 pemimpin perubahan yang terdiri dari para eselon 1 (satu) dan eselon 2 (dua) serta 105 agen perubahan di lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Para pemimpin dan agen perubahan ini diharapkan dapat menjadi role model dan penggerak untuk melakukan perubahan pola pikir maupun budaya kerja dengan menerapkan nilai-nilai PEDULI yaitu Profesional, Equal, Dedikasi, Unggul, Loyalitas, Integritas dalam melaksanakan reformasi birokrasi (RB) di Kemen PPPA.

“Saya sangat berharap para pemimpin perubahan dan agen perubahan yang sudah dikukuhkan hari ini nantinya benar-benar dapat menjalankan peran dan fungsi secara berkelanjutan, tentunya sesuai dengan pedoman yang ada. Sehingga dapat membawa perubahan besar dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Kemen PPPA,” ungkap Menteri Bintang dalam acara Pengukuhan Pemimpin Perubahan dan Agen Perubahan (Agent of Change) dan Sosialisasi Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Agen Perubahan yang dilaksanakan secara offline dan virtual (online).

Menteri Bintang mengungkapkan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dibutuhkan perubahan pola pikir dan budaya kerja dengan meningkatkan integritas dan kinerja yang tinggi di lingkungan kerja. Integritas digambarkan dengan berperilaku terpuji, disiplin dan penuh pengabdian sehingga dapat mendorong terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sedangkan kinerja tinggi dicerminkan melalui individu yang memiliki etos kerja tinggi, bekerja secara profesional dan mampu mencapai target-target kinerja, baik kinerja individu maupun kinerja organisasi yang telah ditetapkan.

“Pimpinan mempunyai pengaruh besar dan dapat menjadi role model dalam melakukan perubahan melalui pelaksanaan RB dengan menerapkan nilai PEDULI. Pimpinan juga merupakan ujung tombak dari perjuangan instansi untuk menciptakan sistem yang lebih baik. Selain pemimpin perubahan, agen perubahan juga berperan penting dalam memberikan keyakinan kepada seluruh pegawai di lingkungan kerjanya masing-masing terkait pentingnya mengubah kinerja menjadi lebih baik,” ujar Menteri Bintang.

Menurut Menteri Bintang, agen perubahan harus mampu berperan sebagai penggerak perubahan, pemberi solusi, mediator, sebagai penghubung dan teladan dalam berfikir bertingkah laku. Menteri Bintang juga berharap agar perubahan pola pikir maupun kinerja tidak hanya dilakukan para pihak yang dikukuhkan saja, tetapi juga seluruh pegawai Kemen PPPA. Hal ini dapat diawali dengan melakukan perubahan pada diri sendiri untuk selalu berperilaku terpuji, disiplin dan penuh pengabdian serta memiliki etos kerja yang tinggi serta mampu mendorong terwujudnya pencapaian target-target kinerja organisasi.

“Mari bersama kita melangkah ke depan, mengesampingkan ego masing-masing, bekerja dengan tulus dan ikhlas sebagai satu kesatuan keluarga besar Kemen PPPA. Selamat bekerja untuk para pemimpin perubahan dan agen perubahan demi memberikan manfaat terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi perempuan dan anak. Perempuan berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia maju,” ajak Menteri Bintang.

Sependapat dengan Menteri Bintang, Kepala Pusat Pengembangan SDM Pengawasan Obat dan Makanan BPOM, Syamsidar Thamrin mengungkapkan peran pemimpin dan agen perubahan dalam suatu lembaga sangatlah dibutuhkan untuk mempercepat implementasi RB dan menghasilkan pelayanan publik yang berkualitas, khususnya dengan mengubah pola pikir dan budaya kerja pegawai menjadi lebih baik.

“Pelaksanaan reformasi birokrasi maupun pembangunan zona integritas di BPOM merupakan tanggung jawab semua pegawai karena semua pegawai BPOM adalah agen perubahan. Untuk itu, pentingnya melaksanakan peningkatan kompetensi dan pendampingan kepada tim agen perubahan birokrasi di sebuah lembaga,” ungkap Syamsidar saat memaparkan praktik terbaik BPOM yang dinilai berhasil mendorong peran para pemimpin dan agen perubahan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan BPOM.

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510,
e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id www.kemenpppa.go.id

Show More
Close
Close